Aborsi: Himsa Karma

Umat se-dharma, Tindakan Aborsi atau menggugurkan bayi dalam kandungan dalam ajaran agama Hindu sebagai suatu tindakan yang sangat terlarang Himsa Karma penuh dengan noda & tergolong dosa besar Maha pataka.

Perlu diketahui, saat cabang bayi berusia 20 hari Kanda-Pat berubah nama menjadi Anta, Preta, Kala, dan  Dengen. Setelah janin berusia 40 minggu barulah dinamakan sebagai: Ari-ari, Lamad, Getih, dan Yeh-nyom yang selanjutnya disebut Nyama Bajang.

Jika Kanda-Pat bertugas memelihara dan membesarkan jabang bayi secara fisik, maka Nyama Bajang bertugas menguatkan atma atau roh dalam tubuh jabang bayi.

Untuk itu, sebagai umat manusia jangan sekali kali berniat melakukan tindakan aborsi yang sangat berbahaya bagi diri sendiri dan keturunannya serta sangat menentukan proses kehidupan dan reinkarnasi selanjutnya. Mengingat  di dalam jabang bayi sudah bersemayam roh/ sang atma. (Rgveda & Atharvaveda)

Made Worda Negara
BINROH  Hindu TNI AU. Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta

Admin