Buku Buku Hindu

Akibat Meninggalkan Hindu

Akibat meninggalkan Hindu mencoba untuk mengurai secara singkat apa sebenarnya akibat (karma) seseorang yang meninggalkan keyakinannya saat ini: Hindu. Apakah Hindu mengutuk keras mereka yang meninggalkan jalan dharma ? Menjanjikan neraka untuk mereka yang tak setia dengan Hindu? Atau Hindu malah bersikap bijaksana dalam menyikapi itu?

[Download E-book]

Doa Sehari hari Menurut Hindu

Buku saku ini sudah ditambahkan berbagai Puja Stawa untuk digunakan di dalam berbagai tempat dan keadaan. Penulis menyadari sudah banyak umat yang bisa melakukan persembahyangan secara pribadi tanpa harus didampingi oleh Pemangku. Semoga bermanfaat. Om Santih, Santih, Santih, Om
Pasraman Dharmasastra Manikgeni
Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda (walaka Putu Setia)

[Download E-book]

Gegelaran Pemangku

Gegelaran Pemangku ini dimaksudkan sebagai sumbangan atau punia dari Pesraman Merta Sari untuk para calon pemangku atau pun pemangku yang sedang giat meningkatkan diri dalam tugas-tugas kerohanian.

Buku ini disusun dengan sederhana dan puja yang disajikan diambil sebagian dari rangkaian puja yang lengkap, dengan tujuan agar para pemangku lebih cepat dapat menggunakannya. Meskipun puja yang diambil hanya sebagian, namun itu sudah cukup untuk melaksanakan upacara yang memang menjadi kewajiban para pemangku. Diharapkan para pemangku terus meningkatkan diri dengan melengkapi puja yang ada.

Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Rekananda – Pesraman Merta Sari (Download E-book)

Memahami Tri Kaya Parisudha :  Pikiran, Perkataan dan Perbuatan

Tri berarti “tiga”, Kaya berarti “kegiatan” dan Parisudha berarti “upaya penyucian”. Secara literal Tri Kaya Parisudha berarti upaya penyucian tiga kegiatan. Tiga kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Tri Kaya Parisudha terdiri dari Manacika [pikiran yang baik], Wacika [perkataan yang baik] dan Kayika [perbuatan yang baik].

Dalam tradisi Hindu Dharma di Nusantara, Tri Kaya Parisudha merupakan praktek spiritual persiapan, praktek spiritual pendahuluan, praktek spiritual dasar, atau disiplin spiritual dasar. Tri Kaya Parisudha merupakan praktek spiritual pembuka yang harus dilaksanakan setiap sadhaka [praktisi spiritual], sebelum para sadhaka memasuki samudera praktek spiritual yang sangat luas.

Buku ini ditulis oleh I Myoman Kurniawan Rumah Dharma – Hindu Indonesia [Download E-book]

Sumber Kesengsaraan Dalam Hidup

Di dalam perjalanan kehidupan, umumnya kita semua pasti pernah mengalami berbagai bentuk pengalaman sengsara dalam kehidupan, seperti mengalami banyak rintangan yang rumit, kegagalan, disakiti orang, kena tipu, mengalami sial, mengalami bencana dan banyak lagi lainnya.

Akan tetapi ketika kita mengalami jalan kehidupan yang buruk, ketika ditipu orang, atau jatuh sakit, atau mengalami kecurian, atau mengalami sial, kita cenderung berpikir bahwa semua ini terjadi karena berbagai sebab yang berbeda-beda. Misalnya ketika kita jatuh sakit, kita mungkin akan berpikir bahwa semua ini akibat cuaca ekstrim, atau akibat makanan yang kita makan, atau karena gangguan ilmu hitam, ataupun karena sebab-sebab lainnya. Tulisan ini cuplikan dari buku Bagian Mokshartam Jagadhita Ya Ca Itidharma (Kebahadiaan tertingi dan Keharmonisan Alam Semesta)

Buku ini ditulis oleh I Myoman Kurniawan Rumah Dharma – Hindu Indonesia [Download E-book]

Panduan Ringkas Mebanten

Mebanten adalah salah satu bagian dari ajaran suci yang disebut jagadhita dharma, yang bertujuan menciptakan kedamaian bagi alam semesta dan semua mahluk. Dengan penuh belas kasih kita memberikan persembahan kepada mahluk-mahluk alam bawah, serta dengan sujud penghormatan dan rasa terimakasih kita memberikan persembahan kepada para Ista Dewata.

Buku ini ditulis oleh I Myoman Kurniawan
Rumah Dharma – Hindu Indonesia [Download E-book]

 

Samvara dan Nirjara

Setiap manusia dan setiap mahluk pastilah menginginkan pengalaman bahagia dalam hidupnya. Tidak ada satupun yang menginginkan pengalaman sengsara. Adakah manusia yang tidak ingin bahagia ?

Kalaupun seandainya ada, sudah pasti sangat sulit ditemukan. Tapi dalam kenyataannya tidak semua dari kita bisa menemukan pengalaman bahagia di dalam perjalanan hidup. Tidak terhitung banyaknya orang yang mengalami banyak hambatan, berbagai macam rintangan, kegagalan usaha, kegagalan perkawinan, penderitaan penyakit, dsb-nya. Ketika nasibnya baik maka manusia akan bersenang hati dan bergembira, akan tetapi ketika nasibnya buruk maka manusia akan bersedih, murung dan wajahnya kusut.

Buku ini ditulis oleh I Myoman Kurniawan
Rumah Dharma – Hindu Indonesia [Download E-book]

 

 

Admin