Tumpek Krulut

HARI KASIH SAYANG NYA HINDU.

10898231_826480200727379_3630385115170874758_nBersyukur kepada Hyang Maha Pencipta dalam manifestasinya sebagai  “Hyang Aji Gurnita” atas ciptaanya semoga kami tetap bisa hidup saling damai berdampingan & saling mengasihi terhadap sesama ciptaanya.
Tumpek berasal dari kata Tumampek, yang artinya mendekatkan diri dengan Sang Maha Pencipta. Sedangkan Kelurut = Keluruhan hati, welas asih untuk membangkitkan: Prema Murti = kasih sayang dengan berlandasan Ksama Murti yaitu pemberi maaf
Sebenarnya Tumpek Klurut adalah suatu pendekatan diri kepada Hyang Maha Pencipta dengan menumbuhkan rasa kasih sayang kita kepada semua ciptaan “Hyang Aji Gurnita”. Termasuk sarwa prani hitang karah, diantaranya yang tumbuh dan tumuwuh & gumatap gumitip dalam hidup dan kehidupan.
Tumpek kelurut sangat identik dengan hari kasih sayang / Valentino day, atau juga di India sendiri disebutkan dengan hari Raksa Bandhanan, yang jatuh pada bulan Agustus, diwujudkan dalam kasih seorang suami istri kakak beradik, hal ini dimulai dengan yang perempuan melakukan Aarti pemujaan di pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan menikmati prasadam bersama, menyematkan bangket merah pada kening suami kakak/adik lelakinya, serta dibalas dengan pemasangan gelang Bandhanan pada pegelangan tangan perempuan.
Sangat disayangkan para elit-elit agama kita jarang sekali menyentuh filosofi dari esensi tumpek klurut dibandingkan dengan semaraknya ritual yang dilakukan secara turun temurun yg nyaris tidak menyentuh makna dibalik ritual. Apa yg terjadi kemudian,……… mereka lebih mengenal Valenntino day ketimbang tumpek klurut / Raksa bandhanan.
NAMASTE.

Jeromangku Sudiada