Upacara “Ngenteg Linggih”

Om Swastyastu,
Upacara ngenteg linggih mengacu pada lontar-lontar :
1) Gong Besi,
2) Tutur Kuturan,
3) Dwijendra Tattwa,
4) Sanghyang Aji Swamandala,
5) Purwa Gumi Kemulan, 6) Yadnya Prakerti.

Maksud dan tujuan upacara ngenteg linggih : Adalah membangun pelinggih, mensakralkannya dan menstanakan Hyang Widhi dan manifestasi-manifestasinya, sehingga bangunan itu memenuhi syarat sebagai “niyasa” (simbol) objek konsentrasi pemujaan.

Rangkaian upacara :
1) Memangguh
2) Memirak,
3) Mecaru,
4) Mlaspas, memakuh, maurip-urip, mapasupati bangunan-bangunan,
5) Mulang akah, daging, orti, palakerti, pengenteg gumi,
6) Memendak Ida Bhatara
7) Mekalahyas,
8) Masucian,
9) Ngelinggihang,
10) Ngaturang Pujawali,
11) Muspa, mewangsuh pada, mabija,
12) Penganyar,
13) Pangelebar,
14) Masida karya.

Rutinitas : Upacara ngenteg linggih dilaksanakan setiap 10 tahun. Dewasa (hari) ngenteg linggih merupakan patokan hari Piodalan selanjutnya. Biaya upacara : (Kalau saya yang muput) tergantung dari kemampuan anda. (tidak ada patokan harus berapa-berapa). Yang penting rangkaian upacara itu lengkap. Masalah Upakara, terserah dana yang ada, karena ada ketentuan upakara : alit, madya, ageng. Jika kemampuannya alit ya lakukan yang alit, kalau kaya raya ya lakukan yang ageng. Nilai dan pahala suatu upacara tidak terkantung dari besar – kecilnya upakara. Artinya upakara yang alit tidak berarti lebih rendah nilainya dari upakara yang madya atau ageng, demikian sebaliknya.

Apakah perlu Ngenteg linggih ? PERLU, karena jika tidak, maka bangunan itu ya seperti susunan batu dan semen saja, belum sakral. Kita memerlukan “niyasa” dalam sembahyang karena kita ini masih “bodoh” belum bisa seperti Dewi Kunti yang mohon kedatangan Bhatara Surya, hanya dengan mengucapkan mantra saja, langsung Bhatara Surya hadir didepannya. Penjelasan lebih lanjut secara panjang lebar lebih baik jika berhadapan langsung dalam dharmawacana atau dharmatula, karena jika ditulis apa arti memangguh, memirak, dll. secara lengkap itu memerlukan susunan tulisan yang tebalnya sekitar 30 halaman.

Sekian dahulu, bagi rekan-rekan yang di Jember ? kan Bali dengan Jember itu dekat? Kalau ada waktu apa saya yang kesana atau anda yang ke Geria. Rundingkan dahulu dengan teman-teman.

Om Santi, santi, anti, Om

Source : Bhagawan Dwija