Bagavadgita Sloka 5

Oṁ Svastyastu,

Sesuai permintaan saya tulis kembali teks Bhagawad Gītā sbb:

Sloka 5.17

tad-buddhayas tad-āmānas
tan-niṣṭhās tat-parāyaṇaḥ
gacchanty apunar-āvṛttiṁ
Jñāna-nirdhūta-kalmaṣāḥ

_Mereka yang memikirkan-Nya, menyerahkan seluruh jiwa kepada-Nya, menjadikan-Nya tujuan utama, memuja hanya pada-Nya akan pergi tidak kembali dan dosa mereka dihapus oleh pengetahuan itu._

Sloka 5.18

vidyā-vinaya-sampanne
brāhmaṇe gavi hastini
śuni caiva śvapāke ca
paṇditāḥ sama-darśinaḥ

_Orang arif bijaksana melihat semuanya sama, baik brāhmana budiman dan rendah hati maupun seekor sapi, gajah dan anjing ataupun orang hina papa, tanpa kasta._

Sloka 5.19

ihaiva tair jitaḥ sargo
yeṣāṁ sāmye sthitaṁ manaḥ
nirdosaṁ hi samaṁ brahma
tasmād brahmaṇi te sthitāḥ

_Bahkan di dunia ini sekalipun, kelahiran diatasi oleh mereka yang pikirannya sama seimbang, karena sesungguhnya Brahman adalah sempurna dan sama, karena itu mereka pun ada dalam Brahman_

Sloka 5.20

na prahṛṣyet priyaṁ prāpya
nodvijet prāpya cāpriyam
Sthira-buddhir asaṁmūḍho
brahma-vid brahmaṇi sthitaḥ

(Dia) tidak bergirang menerima suka dan juga tidak bersedih menerima duka, tetap dalam kebijaksanaan teguh iman, mengetahui Brahman bersatu dalam Brahman.

Sloka 5.21

bāhya-sparśeṣv asaktātmā
vindaty ātmani yat sukham
sa brahma-yoga-yuktātmā
sukham akṣayam aśnute

Jiwa yang tak lagi berhubungan dengan duniawi, dia menemui kebahagiaan dalam diriNya; dia yang mengabdikannya pada meditasi Brahma, akan menikmati kebahagiaan abadi jiwanya bersatu kepada Brahman.

Sloka 5.22

ye hi saṁsparśa-jā bhogā
duḥkha-yonaya eva te
ādy-antavantaḥ kaunteya
na teṣu ramate budhaḥ

Kenikmatan berasal dari hubungan duniawi, hanya merupakan sumber pendekatan belaka, ada awal dan akhirnya,  wahai Arjuna, seorang budiman tak tertarik pada semua ini.

Sloka 5.23

śaknotīhaiva yaḥ soḍhuṁ
prāk śarīra-vimokṣaṇāt
kāma-krodhodbhavaṁ vegaṁ
sa yuktāḥ sa sukhī naraḥ

Dia yang mampu menahan kecenderungan keinginan dan amarah di dunia ini, sebelum meninggalkan jasad raganya, dia adalah yogi, dia adalah orang yang bahagia.

Sloka 5.24

yo ‘ntaḥ-ukho ‘ntar-ārāmas
tathāntar-jyotir eva yaḥ
sa yogī brahma-nirvāṇaṁ
brahma-būtho ‘dhigacchati

Dia yang menemui kebahagiaan pada dirinya,  dan tenteram pada dirinya, cahaya ada pada dirinya, hanya yogi semacam itu yang menjadi suci., mencapai nirwana bersatu dengan Ilahi.

Sloka 5.25
labhante brahma-nirvāṇam
ṛṣayaḥ kṣīṇa-kalmasāḥ
chinna-dvaidhā yatātmānaḥ
sarva-bhūta-hite ratāḥ

Orang suci yang dosanya telah dimusnahkan keragu-keraguannya dihapus, pikirannya dipusatkan, kebahagiaannya berbuat kebajikan bagi makhluk semua, dia akan mencapai nirwāṇa bersatu dengan Brahman.

Sloka 5.26

kāma-krodha-viyukṭānām
yatināṁ yata-cetasām
abhito brahma-nurvāṇaṁ
vartate viditātmanām

Brahman nirvāṇa berada di mana-mana, bagi bhakta yang bebas dari nafsu dan murka, yang telah menundukkan pikirannya dan mengetahui sendiri sang diri.

Sloka 5.27

sparśān kṛtvā bahir bāhyāṃś
cakṣuś caivāntare bruhvoḥ
prāṇapānau samau kṛtvā
nāsābhyantara-cāriṇau

Memutuskan hubungan dengan objek luar, memusatkan pandangan mata di antara kening, melakukan prāṇāyāma melalui kedua lubang hidung dengan seimbang.

Suksma,  semoga bermanfaat.

Oṁ Shāntiḥ Shāntiḥ Shāntiḥ Oṁ

I Nyoman Sukenasa

Admin