1

Kelabang: Uparengga Meyadnya

Umat se-dharma, dalam pelaksanaan praktek-praktek keagamaan, umat Hindu tidak pernah lepas dengan penggunaan Kelabang sebagai uparengga dalam meyadnya,baik yang terbuat dari bambu maupun dari daun selepahan mengandung makna kekuatan dari Ida SangHyang Widhi Wasa yang menitik beratkan pada aspek Asurisampad atau keraksaan serta Kelabang diyakini sebagai perpaduan antara kekuatan Asuri sampad dengan kekuatan Brahma (Kala dan abang).

Ada beberapa jenis Kelabang yang lumrah digunakan oleh umat Hindu seperti :

Kelabang Wong wongan, simbol dari sang kala Badeg digunakan pada saat upacara  pewiwahan /pesakapan.

Kelabang Dangap dangap, sebagai alas dari Caru  simbol kekuatan bhuta kala yang di dalamnya  tersirat unsur penyupatan.

Kelabang Taring,  sarana peneduh sebagai lambang agar pikiran umat selalu bersih dan suci.

Kelabang Mantri atau kelabang sakti yang berfungsi untuk menghilangkan sarwa leteh dalam pelaksanan yadnya, kelabang mantri biasanya diletakan pada pagar tembok penyengker atau tembok payadnyan dan

sengkui, digunakan pada ritual pecaruan dengan ulatan disesuaikan dengan jumlah penguripannya.

Kelabang losok, bermakna menghilangkan energi negatif dalam upacara yadnya.

Untuk itu, sebagai umat Hindu berkewajiban untuk memahami hakekat penggunaan Kelabang sebagai Uparengga   dalam pelaksanaan Panca Maha Yadnya,  guna menjaga kesucian serta menberikan perlindungan baik secara sekala maupun Niskala  dari Pelaksanaan panca Maha  Yadnya (Yadnya Prakerti & Dewi Tapini)

Made Worda Negara

BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha – Sasmitha-Yogyakarta

Admin

One Comment

  1. Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.