Citta: Pemeran Utama

Umat se-dharma, getaran dari pikiran menentukan tingkatan spiritual seseorang dan menempatkan Citta atau pikiran sebagai pemeran utama yg membawanya ke alam roda samsara maupun dalam mencapai moksa atau kelepasan. “Manah Eva manushyanam Karanam bandha mokshayoh”. Hati hati memasukkan sesuatu kedalam… Continue Reading

Hidup adalah Belajar

Umat se-dharma, Hakekat hidup menjelma menjadi  manusia di Mayapada ini  adalah belajar membenahi diri. Belajar untuk membenahi diri walaupun dalam kondisi  teramat berat, Belajar untuk Mensyukuri walaupun   tidak rela. Belajar sabar walaupun di hujat dan dimaki, belajar memberikan doa… Continue Reading

Jagalah Setiap Kesempatan

Umat se-dharma,   kalau kita renung renungkan bahwa  menjadi manusia harus bisa menjaga masa mudanya sebelum masa Tua itu datang dan menjaga setiap kesempatan sebelum masa sempit datang. Setiap orang pasti mengalami masa muda dan setiap orang pasti memiliki kesempatan… Continue Reading

Purwa Karma: Perbuatan masa lalu

Umat Se-dharma, perbuatan terdahulu Atita menentukan kehidupan kita yang sekarang. Begitu pula  pahala baik atau buruk yang diperolehnya saat ini berdasarkan pada perbuatan baik atau buruk pada masa yang lalu Purwa Karma dan setiap perbuatan mendapatkan hasilnya Hukum Karma Phala. Semua bekas… Continue Reading

Pencapaian Spritual

Umat Se-dharma,  pada jaman kali sengara ini, setiap umat manusia dihadapkan dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup yang demikian berat yang mengharuskan setiap manusia memiliki tingkatan pengetahuan rohani sbg alat penangkalnya. Di jamankali yuga ini, ternyata manusia dituntut tidak hanya… Continue Reading

Buka Mata Bathin

Umat se-dharma,  orang yang selalu membuka mata bathinnya akan mendapatkan Cahaya yang sebenarnya dalam hidup ini dan mampu memandang ke dalam dirinya maka bathin akan menjadi terang dan bercahaya sehingga mata bathin menjadi terbuka, Jangan butakan hati. Rahasia rahasia kehidupan akan diperlihatkan… Continue Reading

Karma : Sang Pengikut Setia

Umat se-dharma, setiap perbuatan yang dilakukan oleh umat manusia bersifat   mengikat dan selalu mengikuti langkah  kemanapun pergi. Perbuatan di masa lalu dipertanggungjawabkan pada saat  ini dan perbuatan sekarang akan membentuk atau mempola masa depan, tak ada sesuatu yang terputar… Continue Reading

Banten Suci: Upasaksi dalam Meyadnya

Umat se-dharma, dalam Pelaksanaan upacara keagamaan pada tingkatan tertentu  penggunaan  Banten Suci selalu menyertainya  dalam bentuk tataban seperti sesayut,  pulegembal maupun bebangkit sebagai perlambang Upasaksi turunnya Ida SangHyang Widhi  Wasa dalam pelaksanaan Panca Maha Yadnya. Penggunaan Banten Suci yang dilengkapi… Continue Reading

Mata Nafsu

Umat se-dharma, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini penuh dengan  cobaan & godaan yg diakibatkan oleh  kegelapan pikiran Bhaksa Bhuana / Dasa Mala.Kegelapan  pikiran itulah, yang mempunyai indria mata yang disebut mata  nafsu. Pikiran yang bermata-nafsu tidak mampu melihat kenyataan… Continue Reading

Janur: Uparengga dalam Meyadnya

Umat se-dharma, dalam setiap kegiatan keagamaan umat Hindu tidak pernah lepas dari penggunaan Janur sebagai sarana pokoknya terutama dalam majejahitan membuat sarana banten / upakara yadnya oleh sarati banten. Janur sesuai warnanya berwarna kuning melambangkan kemakmuran dan kesemarakan serta mengandung… Continue Reading